Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

"PENGARUH ILMU TERHADAP DIRI SESEORANG"

Jika Anda mempunyai ilmu, idealnya ilmu tersebut memancar dalam setiap gerak gerik Anda, ucapan Anda, mari perhatikan perkataan ulama salaf berikut:

Selengkapnya...

Kisah Dari Korea (Bag. 02)

Sesampainya saya di Inchoen langsung di bawa ke Ulsan, perjalanan dari jam 11am sampai 20.00pm, dengan mengendarai naik mobil pribadi. Di tengah perjalanan kita singgah di rest area, untuk, pergi ke toilet, shalat dan makan. sekali lagi saya baru tahu kalau di negara non muslim seperti ini:

Selengkapnya...

Kisah Dari Korea ( bag. 01)

Pelajaran berharga dari negeri ginseng tatkala berkunjung kesana:

1. Memang terasa sekali bedanya pergi ke negeri non muslim dengan negeri mayoritas muslim. 

- saat di pesawat menuju ke sana tidak ada satupun yang menutup aurat kecuali mungkin hanya 5 orang.
- Di pesawat tidak ada peringatan doa safar.
- Di pesawat tidak ada peringatan waktu sholat atau minimal gambar kiblat menghadap arah kemana.
- Di pesawat kebanyakan tidak shalat.
- Di pesawat disediakan khamr.

Selengkapnya...

Apa Salah Saya, Wahai Istriku?!

Sering saya dicurhati para suami…
Seorang suami berkata: "Istri saya memaksa untuk minta jimat agar lancar usaha, saya sudah katakan cukup Allah tempat bersandar..."
Yang lain berkata: "Istri saya memaksa saya melakukan amalan yang belum ada contohnya dari Nabi, katanya takut dijauhi orang kampung..."

Selengkapnya...

"PENGARUH ILMU TERHADAP DIRI SESEORANG"

 

قال ابْنَ عُيَيْنَةَرحمه الله: «إِذَا كَانَ نَهَارِي نَهَارَ سَفِيهٍ , وَلَيْلِي لَيْلَ جَاهِلٍ , فَمَا أَصْنَعُ بِالْعِلْمِ الَّذِي كَتَبْتُ؟»

Berkata: “Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah: “Jika siangku seperti siangnya orang dungu dan malamku seperti malamnya orang bodoh, lalu apa yang aku perbuat dengan ilmu yang telah aku tulis?”. Lihat kitab Akhlaqul Ulama, karya Al Ajurry, hal: 44.

Berkata Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin hafizhahullah: “Ini adalah nasehat yang agung sangat baik bagi para penuntut ilmu untuk memperhatikannya, kebiasaan para ulama salaf rahimahullah adalah bahwa ilmu (yang ada mereka) terlihat di dalam ibadah, akhlak dan hubungan interkasi mereka dengan sesama, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Hasan Al Bashry rahimahullah:

 قَالَ الْحَسَنُ رحمه الله: " كَانَ الرَّجُلُ إِذَا طَلَبَ الْعِلْمَ لَمْ يَلْبَثْ أَنْ يُرَى ذَلِكَ فِي بَصَرِهِ، وَتَخَشُّعِهِ، وَلِسَانِهِ، وَيَدِهِ، وَصَلَاتِهِ، وَزُهْدِهِ

Artinya: “Seseorang jika menuntut ilmuو maka tidak beberapa lama terlihat bekas (ilmu itu) di dalam penglihatan, pakaian, lisan, tangan dan shalatnya.” Riwayat Ad Darimi.

Live Video

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung