Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Ambil yang Yakin dan Tinggalkan yang Meragukan

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil 'alamin wa shallallhu 'alaihi wasallam

Kaidah ini sangat bermanfaat bahkan bukan hanya saja di dalam perkara mu'amalah tapi seluruh aspek khidupan manusia, aqidah, ibadah, mu'amalah dan tingkah laku.
contoh mengambil yang yakin dan meninggalkan yang meragukan.
- menyembah Allah yang Yakin berkuasa dan meninggalkan selain-Nya yang meragukan
- beribadah kepada Allah yang yakin mendatangkan kebaikan dan meninggalkan yang meragukan
- memilih yakin sudah berwudhu dan meninggalkan yang meragukan
- memilih calon istri/beli barang/masuk sekolah/daftakan kerjaan yang yakin dan meninggalkan yang meragukan
- memilih makanan/ pekerjaan yang yakin halal dan meninggalkan yang meragukan.

TERAKHIR...
MEMILIH AKHIRAT YANG NIKMATNYA YAKIN ABADI DAN MENINGGALKAN DUNIA YANG NIKMAT DAN KESENANGANNYA MERAGUKAN, RELATIF, SEMENTARA!!!

« دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ ».

Artinya: “Tinggalkanlah yang meragukanmu (dan beralih) kepada yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya kejujuran itu adalah (mendatangkan) ketenangan dan sesungguhnya kedusataan itu meragukan.” HR. Tirmidzi

Ampunan-Mu… Wahai Allah Yang Maha Pengampun

Sebuah perkataan tentang akhir Ramadhan yang pantas di tulis dengan tinta emas!!!

Selengkapnya...

Khubah Jumat - Menjelang Lailatul Qadar

Menjelang Lailatu Qadar (bagian 03)

"SIBUK DENGAN AIB DIRI SENDIRI DARIPADA AIB ORANG LAIN"

 

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ الْكَوَّاءِ، أَنَّهُ قَالَ لِلرَّبِيعِ: مَا نَرَاكَ تَعِيبُ أَحَدًا وَلَا تَذُمُّهُ فَقَالَ: «وَيْلَكَ يَا ابْنَ الْكَوَّاءِ مَا أَنَا عَنْ نَفْسِي بِرَاضٍ فَأَتَفَرَّغُ مِنْ ذَنْبِي إِلَى حَدِيثٍ، إِنَّ النَّاسَ خَافُوا اللهَ تَعَالَى عَلَى ذُنُوبِ النَّاسِ وَأَمِنُوهُ عَلَى نُفُوسِهِمْ»

Abdullah bin Muhammad bin Al Kawwa’, ia berkata kepada Ar Rabi’ bin Khutsaim (seorang tabi’ie w: 61H): “Aku tidak pernah melihatmu memburukkan atau mencela seseorang”, Maka Ar Rabi’e menjawab: “Celaka kamu wahai Ibnu Al Kawwa’, Aku sendiri tidak rela mengumbar dari dosaku untuk dibicarakan (orang-orang), sesungguhnya orang-orang telah takut kepada Allah atas dosa-dosa orang lain dan sedangkan mereka aman atas dosa-dosa mereka sendiri.” Lihat kitab Hilyal Awliya’, 2/110.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung