Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Dunia Akhirat Dilarang Poligami

Dunia Akhirat Dilarang Poligami

“Pernah saat kajian di Arab Saudi ada seorang wanita bertanya kepada seorang Syaikh...: "Wahai Syaikh bolehkah saya berdoa, meminta agar Allah Taala memasukkan saya dan suami saya ke dalam syurga bersama-sama, tapi jangan ada bidadarinya, bolehkah saya berdoa demikian?"

Sobatku...
Pertanyaan yang sangat menarik, tapi yang lebih menarik lagi jawaban yang diucapkan Syaikh: "Kalian sudah menyiksa kami didunia (yaitu melarang kami poligami), terus mau menyiksa kami pula diakhirat (tanpa bidadari)?!?, kemudian Syaikh berkata: "Semoga kalian berdua masuk ke dalam surga dan kalian berdua niscaya akan mendapatkan yang kalian sukai, baik ada bidadari atau tidak ada bidadari."

Sobatku...


Dari Cerita di atas ada beberapa pelajaran:
- Di Surga tdk ada kesedihan, kemarahan, dendam dan iri, yang ada HANYA KEGEMBIRAAN, KESENANGAN DAN SEMUA KENIKMATAN.


وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُّتَقَابِلِينَ

Artinya: "Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka (penghuni surga), sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan." QS. Al Hijr:47.


TERNYATA SEORANG ISTRI SANGAT MENCINTAI SUAMINYA, MESKI IA TERKADANG "GENGSI" MENGUCAPKANNYA SECARA LANGSUNG KEPADA SUAMINYA.


OLEH KARENANYA WAHAI PARA SUAMI, SAYANGI DAN CINTAI ISTRIMU SEBAIK-BAIKNYA... KARENA MENCINTAI DAN MENGASIHINYA ADALAH IBADAH KEPADA ALLAH TAALA.


DAN YAKINLAH, JIKA ANDA MENYIBUKKAN DIRI DENGAN MENCINTAI ISTRI, MAKA SULIT UNTUK TERPIKIRKAN YANG SELAINNYA, TERUTAMA HUBUNGAN DENGAN WANITA YANG DIHARAMKAN.

 

Senin, 9 Sya'ban 1437H Banjarmasin
Ahmad Zainuddin Al Banjary.

BERKAH MENEMANI ULAMA - bag. 01

SOBAT sekalian yang semoga selalu di rahmati Allah Taala...

بسم الله الرحمن الرحيم والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه.

Di dalam tulisan ini dan selanjutnya, akan disebutkan beberapa faidah yang di dapat tatkala 4 hari 3 malam menemani seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al Badr hafizhahullah. ketika beliau berkunjung ke indonesia dari mulai tanggal 22-25 Jumadats Tsaniah 1437H.

1. Sangat memperhatikan perasaan orang yang berinteraksi dengan beliau.

Selengkapnya...

Istiqamah Bukan Berarti Harus Selalu Bersih Dari Dosa

Sobat...

بسم الله والحمد لله والصلاة ىالسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن والاه، أما يعد،

Sebelumnya peringatan...!
Semoga judul tulisan ini tidak membuat seseorang meremehkan dosa dan ringan hati kembali lagi untuk bermaksiat, sungguh tidak sama sekali.
Sobat, 
Semoga tulisan di bawah menjawab "kegalauan" sebagian orang tentang keinginan istiqamah tetapi kembali "tercebur" ke dalam jurang maksiat.

Selengkapnya...

TOLONG DOAKAN SAYA DI DEPAN KA'BAH

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه ومن والاه، أما بعد:

Seorang muslim meminta didoakan oleh saudara muslimnya adalah boleh dan disyariatkan dalam Islam.
Saudara Nabi Yusuf pernah meminta kepada bapaknya yaitu Nabi Ya'qub alaihissalam agar mendoakan mereka:


( قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ ) يوسف/97.

Artinya: "Mereka berkata: "Wahai Bapak kami, mintakan ampun untuk kami atas dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang melakukan kesalahan." QS. Yusuf:97.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam alaihi wasallam pernah berpesan kepada Umar radhiyallahu 'anhu:


( .. فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْ ) فَأَتَى أُوَيْسًا فَقَالَ : اسْتَغْفِرْ لِي . رواه مسلم (رقم/2542) . 

Artinya: "Dan jika kamu sanggup ia memintakan ampun untukmu, maka mintalah", lalu Umar mendapati Uwais rahimahullah dan mengucapkan: "Mintakan ampun untukku kepada Allah." HR. Muslim, no. 2542.

Selengkapnya...

"Malas Ibadah adalah Gaya Hidupnya Orang Munafik"

{نَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا } [النساء: 142]

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” QS. An Nisa: 142.

{مَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ} [التوبة: 54]

Artinya: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” QS. At Taubah: 54.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung