Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

BUKAN HANYA SEKEDAR CINTA…

MEMANG BENAR, RASULULLAH SHALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » .

Artinya: “ABDULLAH radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “SESEORANG BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI”.  HR. Bukhari

TETAPI!!!

PERHATIKANLAH… BUKAN SEKEDAR CINTA…

قال الحسن البصري رحمه الله تعالى:

(ابن آدم لا تغتر بقول من يقول: المرء مع من أحب، أنه من أحب قوما اتبع آثارهم، ولن تلحق بالأبرار حتى تتبع آثارهم، وتأخذ بهديهم، وتقتدي بسنتهم وتصبح وتمسي وأنت على منهجهم، حريصا على أن تكون منهم، فتسلك سبيلهم، وتأخذ طريقهم وإن كنت مقصرا في العمل، فإنما ملاك الأمر أن تكون على استقامة، أما رأيت اليهود، والنصارى، وأهل الأهواء المردية يحبون أنبياءهم وليسوا معهم، لأنهم خالفوهم في القول والعمل، وسلكوا غير طريقهم فصار موردهم النار، نعوذ بالله من ذلك)

Berkata Al Hasan Al Bashry rahimahullah Ta’ala:

“Wahai Anak Adam, jangan kamu terlena dengan perkataan seorang yang mengatakan: “Seseorang bersama orang yang ia cintai”, karena siapa yang mencintai suatu kaum maka ia harus mengikuti jalan-jalan mereka, dan Anda tidak akan pernah bersama dengan orang-orag baik sampai Anda mengikuti jalan-jalan mereka, Anda mengambil petunjuk-petunjuk mereka, mencontoh sunnah-sunnah (kebiasaan-kebiasaan mereka), baik pagi atau sore Anda selalu berada di atas gaya hiduo mereka, selalu semangat menjadi bagian dari mereka,yang akhirnya Anda menjalani jalan mereka dan Anda mengambil jalan mereka meskipun Anda lemah dalam beramal, karena sesungguhnya kesempurnaan perkara adalah hendakanya Anda selalu di atas istiqamah, apakah Anda tidak melihat kaum yahudi dan Nashrani serta para pengikut hawa nafsu, mereka mencintai para nabi mereka padahal mereka bukan bersama mereka, karena MEREKA (KAUM YAHUDI, NASHRANI SERTA PARA PENGIKUT HAWA NAFSU) MENYESELISIHI MEREKA (PARA NABI) DI DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN, DAN MEREKA BERJALAN DI SELAIN JALAN MEREKA, AKHIRNYA TEMPAT MEREKA ADALAH NERAKA, KITA BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI HAL ITU.” LIHAT KITAB INTINSYAQ NASIM AL INS, HAL: 87.

SEMOGA KLAIM KITA MENCINTAI DISERTAI DENGAN BUKTI KECINTAAN TERSEBUT.

Ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Sabtu 19 Muharram 1435H, Masjid Imam Syafii Banjarmasin.

 

 

 

 

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung