Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

AQIDAH AHLU SUNNAH VS AQIDAH SYIAH

BUKAN HANYA SEKEDAR CINTA…

MEMANG BENAR, RASULULLAH SHALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM BERSABDA:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - أَنَّهُ قَالَ « الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » .

Artinya: “ABDULLAH radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “SESEORANG BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI”.  HR. Bukhari

Selengkapnya...

SEBUAH KISAH DI BULAN AL MUHARRAM

BULAN ALLAH AL MUHARRAM

Karena Memang Seorang Muslim Pantang Berputus Asa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku Seiman…

Seorang muslim diharamkan berputus asa dalam hal apapun, baik dalam usaha dunia seperti; mencari rezeki, melamar kerja, mengobati penyakit dan lain-lain atau usaha akhirat, seperti; bertobat, memulai ibadah yang sudah lama ditinggal, melawan hawa nafsu untuk berbuat maksiat dan lain-lain.

Semoga dengan tulisan di bawah ini dapat mengobati penyakit PUTUS ASA, KARENA MEMANG MUSLIM PANTANG UNTUK BERPUTUS ASA!!!

Selengkapnya...

Membuat Tidak Pernah Berputus Asa - Buah Manis Beriman Kepada Takdir (bag. 05)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Hanya orang-orang kafir yang berputus asa dari ujian dan musibah yang didapatkan…

{ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ} [يوسف: 87]

Artinya: “Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". QS. Yusuf: 87.

Selengkapnya...

Membuat Lebih Bertawakkal kepada Allah - Buah Manis Beriman Kepada Takdir (bag. 04)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Seorang yang beriman kepada takdir akan meyakini bahwa tidak akan ia tertimpa suatu musibah apapun kecuali sudah tertuliskan di dalam Al Lauh Al Mahfuzh, keyakinan ini mendorong ia untuk senantiasa bertawakkal hanya kepada Allah atas segala perkaranya, apakah itu urusan dunia atau akhirat, apakah perkara kecil atau besar. Sehingga ia selalu berharap dari Allah Ta’ala hal yang terbaik untuknya.

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung