Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Terhina Karena Hutang (bag. 09)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Pada pembahasan kali ini masih membicarakan tentang salah satu adab berhutang, yaitu menjamin hutang, cara yang kedua menjamin hutang hutang adalah dengan:

B. Menjamin  dengan Penanggung Hutang

Selengkapnya...

Fatwa Ulama: Hukum Aqiqah Sesudah Dewasa

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Di bawah ini terdapat beberapa fatwa ulama tentang hukum aqiqah bagi anak yang belum diaqiqahi orangtuanya semasa kecil sehingga dewasa, apakah masih diaqiqahi, apakah boleh mengaqiqahi diri sendiri jika orangtua masih tidak mampu? ataukah boleh memberikan uang kepada orangtua agar mampu membeli kambing aqiqah?

Selengkapnya...

Fatwa Ulama: Hukum Aqiqah Digabung Dalam Satu Ekor Sapi Atas Beberapa Orang Anak?

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Di bawah ini beberapa fatwa tentang bolehkah mengaqiqahi beberapa anak dengan cara menggabungkannya di dalam satu sapi seperti halnya di dalam berqurban?”

Selengkapnya...

Terhina Karena Hutang (bag. 08)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Pada bagian ini masih membicarakan adab orang berhutang. Dan salah satu adab seorang berhutang adalah:

3. Menjamin Hutang

Di dalam Islam disyariatkan penjaminan terhadap hutang dan jaminan terhadap hutang ada empat macam; jaminan dengan rahn (barang yang digadaikan), jaminan dengan kafalah (penanggungan terhadap hutang), jaminan dengan kitabah (penulisan) dan jaminan dengan syahadah (persaksian).

Selengkapnya...

Terhina Karena Hutang (bag. 07)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Pada bagian ini akan disebutkan tentang Adab-adab seorang yang berhutang, sehingga hutangnya tidak membuatnya terhina di siang hari tersiksa di malam hari.

Dan untuk adab-adab ini akan terbagi menjadi dua; adab yang harus dilakukan dan adab yang harus dijauhi.

ADAB-ADAB YANG HARUS DILAKUKAN:

Selengkapnya...

Terhina Karena Hutang (bag. 06)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Setelah tulisan bagian pertama sampai ke lima, ternyata banyak yang bertanya tentang: “Bukankah hutang diperbolehkan oleh syariat Islam, tetapi kenapa diancam dengan hukuman di akhirat? Kenapa tercela menurut syariat? Dan semisalnya…

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyan di atas, maka tulisan di bawah ini terdapat pembagian TENTANG KEADAAN-KEADAAN ORANG BERHUTANG sehingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan :

Selengkapnya...

Terhina Karena Hutang (bag. 05)

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Masih membicarakan tentang ancaman seorang yang berhutang, terutama yang meremehkannya:

3. hadits-hadits yang menunjukkan bahwa barangsiapa yang menzhalimi orang lain makan akan diambil pahalanya atau dilimpahkan kepadanya dosa orang yang ia zhalimi

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung