Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Hadits-hadits tentang Shalat Hajat (Bag. 02 selesai)

 بسم اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Masih membicarakan hadits-hadits yang digunakan sebagai dalil untuk shalat hajat:

HADITS KETIGA:

عَنْ أَبَي الدَّرْدَاءِ : قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ تَوَضَّأَ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ يُتِمُّهُمَا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا سَأَلَ مُعَجِّلاً أَوْ مُؤَخِّراً ».

Artinya: “Abu Ad Darda’ berkata: “Wahai manusia, sesungguhnya ak pernah mendengar Rasulullah shllallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang berwudhu laluia sempurnakan wudhunya kemudian ia shalat dua rakaat dengan menyempurnaknnya, niscaya Allah memberikan kepadanya apa yang ia minta baik segera atau diakhirkan.” HR. Ahmad.

Selengkapnya...

Hadits-hadits tentang Shalat Hajat (Bag. 01)

 بسم اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Saudaraku seiman…

Tulisan ini memuat hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat hajat dan ditambah dengan hukum tentang derajat hadits tersebut:

Selengkapnya...

Sifat Seorang Munafik di dalam Shalatnya, Adakah Dalam Diri Saya?

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Saudaraku seiman…
Sebagaimana diketahui bahwa kaum munafik diancam oleh Allah dengan mendapat siksa di dalam Neraka Jahannam!

{وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ} [التوبة: 68]

Artinya: “Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal.” QS. At Taubah: 68.
Salah satu penyebabnya adalah sikap mereka yang sangat buruk di dalam perihal shalat.

Selengkapnya...

Jika Ingin Bergaul Harus Sabar dan Banyak Tenggang Rasa

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Seorang harus sabar, ketika kawannya berbuat sesuatu yang menyakitkan hatinya, mungkin ia bermaksud yang lain.
Seorang istri terkadang harus sabar, ketika suaminya berjanji sesuatu tetapi belum ditepati pada waktunya, mungkin ada sesuatu yang menyebabkannya belum menepati janjinya.
Seorang murid harus sabar, ketika guru atau ustadznya berkata nyelekit, mungkin ia ingin memberi nasehat.
Seorang harus sabar dan banyak tenggang rasa ketika berinteraksi dengan orang lain.
Intinya harus sabar jika ingin bergaul dan bersosial dengan yang lainnya.

Selengkapnya...

Puasa ‘Asyura dan Tahu Diri

  بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك علة نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Dikatakan pintar, jika seorang tahu diri dan kepintaran ini yang akan mendatangkan rahmat dari Allah untuknya.

عَنْ عُمَر بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ : رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ

Artinya: “Umar bin Abdul Aziz berkata: “Allah merahmati seorang yang tahu kadar dirinya.” Lihat tAfsir Al Qurthuby dalam Surat An Nahl ayat 14, kitab Madarij As Salikin, 2/331 dan kitab Al Mustathraf, 2/62.
Saya, Anda dan kita semua harus tahu diri, kalau banyak dosa dan kesalahan kepada Allah dan makhluk-makhluk-Nya

Selengkapnya...

Wanprestasi

 بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Ini tulisan menyebutkan tentang perbedaan antara;
SEORANG YANG PENUH DENGAN PRESTASI DAN SEORANG YANG WANPRESTASI
Saya kagum kepada seseorang, bukan karena cantiknya, bukan karena gantengnya, bukan karena kayanya, bukan karena pintarnya, bukan karena jabatannya, bukan karena pendidikannya, bukan karena jabatannya.
Saya kagum karena prestasinya..
Ia sudah hafal Al Quran sebelum baligh, ia rajin shalat terutama diumurnya tujuh tahun, ia selalu shalat berjamaah di masjid, ia tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud, Ia sangat jauh dari kesyirikan dan bid’ah , ia tidak pernah durhaka kepada orangtuanya, ia sangat menjaga mata, lisan, telinga dan kemaluannya, ia sangat dermawan, ia selalu ditunggu ceramahnya karena selalu mengajarkan berdasarkan Al Quran dan As Sunnah, ia  memiliki banyak artikel dan puluhan buku karangannya, yang sangat bermanfaat untuk kaum muslim, ia memiliki ceramah-ceramah agama yang sangat bermanfaat untuk kaum muslim.
Lebih lagi itu semua terjadi ketika UMURNYA HANYA DUA PULUHAN MENJELANG TIGA PULUHAN.
Saya berdoa semoga orang yang saya kagumi ini selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

Selengkapnya...

Hadits “Tidurnya Orang yang Berpuasa Adalah Ibadah” Derajatnya Lemah

بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين, أما بعد:

Sering kita dengar disebutkan di cermah-ceramah dan kajian-kajian bulan Ramadhan, sebuah riwayat yang berbunyi:

"نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ، وَصَمْتُهُ تَسْبِيحٌ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ"

Artinya: “Tidurnya orang yang berpuasa ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan dan amalannya dilipatkan (pahalanya).”

Riwayat ini disebutkan oleh Al Baihaqy di dalam kitab Syu’abul Iman, no. 3937, Ad Dailamy, no. 6731, Al Wahidy di dalam kitab Al Wasith, 1/65/1.

Apakah hadits ini shahih dan boleh kita sandarkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?, apakah derajat?, bagaimanakah para perawi di dalamnya?, bagaimanakah perkataaan para ulama tentang hadits ini?

Coba kita perhatikan penjelasan di bawah ini:

Selengkapnya...

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

Pengunjung