Dakwah Sunnah | Kajian Ahlu Sunnah Wal Jamaah

Masihkah Ada Orang Bertakwa Di Zaman Ini?

Pertanyaan:
 
السلام عليكم وره مة لله وبر كاته
 
Ikhwan dan Ikhwati yang insya Allah dirahmati Allah Swt.
 
Izinkan sy bertanya dan menguap isi hati sy berkaitan dengan banyak_y org2 yang memperdebatkan masalah hukum Allah......
 
Langsung saja kepertanyaan sy. "pertanyaan sy spt ini" apakah masih ada orang yang benar2 bertakwa di zaman sekarang ini dan apakah pantas org2 di zaman skrg ini dikatkanan org yang benar2 bertakwa .....?????
 
Jawaban: 
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
 
Masih ada orang-orang yang benar-benar bertakwa di zaman sekarang, dan masih pantas orang-orang di zaman sekarang disebut sebagai orang yang benar-benar bertakwa.
 
Hal ini disebabkan beberapa hal;
 
Pertama, Karena kiamat belum dibangkitkan, karena jika kiamat sudah dibangkitkan, maka akan dibangkitkan dan keadaan manusia pada saat itu adalah makhluk-makhluk yang terburuk.
 
ثُمَّ يَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ عَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ
 
Artinya: “Kemudian tersisa manusia-manusia terburuk dan pada merekalah dibangkitnya hari kiamat.” HR. Muslim.
 
Kedua, Menjadi benar-benar bertakwa memang sulit akan tetapi bukan tidak mungkin.
 
Ketiga, Ayat-ayat menerangkan bertakwa akan tetap ada sampai hari kiamat menunjukkan bahwa orang bertakwa aka nada samapi sebelum hari kiamat dibangkitkan. wallahu a’lam. 
 
 
 
Pertanyaan: 
Bagaimana hukumnya mengkonsumsi obat penahan lapar yang di gunakat para astronot pada saat ke luar angkasa sehingga menahan lapar untuk jangka waktu yang cukup lama dan di gunakan di pada saat sedang berpuasa?
 
Jawaban: 
Tidak mengapa, asalkan tidak berpengaruh buruk  kepada kesehatan tubuh menurut dokter yang kompeten di bidangnya, ini jika dia ingin berpuasa, baik puasa wajib ataupun puasa sunnah.
 
Tetapi jika keadaan seperti ini terjadi, maka saya sarankan untuk tidak berpuasa karena mungkin akan menyulitkan berpuasa dan Anda dalam keadaan safar. Wallahu a’lam.
 
 
 
Pertanyaan: 
masalah riba.. masalah kurma jelek dan kurma bagus yg ditukar,, berati kan dlam masalah ini ada satu pihak yg di rugikan,walaupun jumlah timbangannya sama,,??      
 
Jawaban:
Untuk itulah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan solusi untuk permasalahan ini dan semisalnya, yaitu dengan cara kurma jeleknya dijual kemudian hasil penjualannya, dibelikan dengannya kurma yang bagus, jadi aktifitasnya tidak riba dan tidak ada yang dirugikan.
 
Hal ini disebabkan karena kurma termasuk komoditi riba’, barang yang berlaku riba padanya berdasarkan pernyataan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
 
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ وَعَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنهما - أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - اسْتَعْمَلَ رَجُلاً عَلَى خَيْبَرَ ، فَجَاءَهُ بِتَمْرٍ جَنِيبٍ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « أَكُلُّ تَمْرِ خَيْبَرَ هَكَذَا » . قَالَ لاَ وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّا لَنَأْخُذُ الصَّاعَ مِنْ هَذَا بِالصَّاعَيْنِ ، وَالصَّاعَيْنِ بِالثَّلاَثَةِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ تَفْعَلْ ، بِعِ الْجَمْعَ بِالدَّرَاهِمِ ، ثُمَّ ابْتَعْ بِالدَّرَاهِمِ جَنِيبًا»
 
Artinya: “Abu Sa’id Al Khudry dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam menugaskan seseorang pada peperangan Khaibar, kemudian dia datang membawa kurma yang bagus, lalau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah setiap kurma Khaibar seperti ini?”, dia menjawab: “Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah, sesungguhnya kami mengambil satu sha’ dari kurma jenis ini dengan 2 sha’ dari kurma jenis yang lain, dan 2 sha’ dengan 3 sha’”, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jangan kamu kerjakan, juallah kumpulan kurma dengan beberap dirham, kemudian belilah dengan dirham-dirham tersebut kurma yang baik.Wallahu a’lam.
 
 
 
 
 
Pertanyaan: 
Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, 
 
afwan ustadz, ana mau tanya:
 
1. Beberapa waktu yang lalu ana sempat ikut kajian di tempat yang berbeda dengan penjelasan yang berbeda pula, ini mengenai haramnya memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban pada bulan dzulhijjah, apakah ini bersifat umum atau khusus bagi orang yang sedang haji saja?
 
2. Ini tentang shalat yang dijamak, ana pernah baca di tempat yang berbeda dgn penjelasan yg berbeda pula, apakah ketika menjamak shalat diperbolehkan untuk beraktifitas (dzikir, shalat rawatib, dll.) di antara shalat yg pertama dgn shalat yg ke-2 ataukah diwajibkan untuk disambung tanpa aktifitas? semisal ana shalat maghrib, lalu ketika ana akan melanjutkan shalat berikutnya (isya) apakah langsung disambung atau boleh disela dgn aktifitas?
 
mohon jawaban atas pertanyaan ana, jazaakallahu khayran.    
 
Jawaban: 
No. fatwa: 1435
 
Pemberi Fatwa: Fadhilat Asy Syaikh Abdullah bin Jibrin rahimahullah.
 
السؤال:
في حال الجمع بين الصلاتين في السفر كالجمع بين المغرب والعشاء أو بين الظهر والعصر؛ هل يصح للمسافر أن يأتي بالتسبيح والذكر والمشروع عقب كل صلاة ؟ أم أنه يصلي الثانية عقب الأولى مباشرة ويسقط عنه التسبيح ؟
 
Pertanyaan: di dalam keadaan menjamak dua shalat di dalam bepergian seperti menjamak antara Shalat Maghrib dan Isya’ atau anatar Shalat Zhuhur dan Ashar, apakah sah bagi musafir untuk melakukan tasbih dan dzikir yang disyari’atkan setelah setiap shalat? Ataukah dia shalat kedua langsung setelah shalat yang pertama dan gugur atasnya syari’at dzikir (stelah shalat)?
 
الجواب:
في هذه الحالة يصلي الثانية بعد السلام من الأولى مباشرة، ويأتي بالأذكار والأوراد بعد الفراغ من الثانية؛ فإن تيسر له أن يأتي بأذكار الصلاتين بعد الفراغ منهما فهو أفضل، وإن اقتصر على ذكر إحدى الصلاتين فله ذلك، وإن انشغل بسفره وبعمله عن الذكر كله فله عذر، ولكن عليه الحرص أن يأتي بما يقدر عليه من التسبيح والتحميد والتهليل والتكبير والاستغفار والدعاء؛ ليكون ذلك مما يكتب له به حسنات وأجر كبير.
 
Jawaban: Di dalam keadan ini, dia shalat yang kedua langsung setelah salam dari shalat yang pertama dan melakukan dzikir-dzikir dan bacaan-bacaan setelah selesai dari shalat yang kedua, jika mudah baginya untuk melakukan dzikir untuk kedua shalat setelah selesai dari keduanya maka ini yang lebih utama, dan jika dia mencukupkan atas satu dzikir dari dua shalat tersebut maka boleh baginya akan hal itu, bahkan jika dia disbukkan dengan safarnya dan kegiatannya dari berdzikir maka dia memiliki alasan, akan tetapi hendaknya dia bersungguh-sungguh sesuai dengan kemampuannya untuk bertasbih, tahmid dan tahlil serta takbir dan istighfar dan doa, agar hal tersebut dituliskan untuknya kebaikan dan pahal yang besar. Sumber; http://alukah.net/
 
*) Diterjemahkan oleh Ahmad Zainuddin, Selasa, 6 Rabi’ul Awwal 1433H Dammam KSA.

 

 

"SAUDARA ATAU KAWAN SEJATI, SEHIDUP SEMATI"

 

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَثَلُ ابْنِ آدَمَ وَمَالِهِ وَعَمَلِهِ مَثَلُ رَجُلٍ لَهُ ثَلَاثَةُ أَخِلَّاءَ , قَالَ لَهُ أَحَدُهُمْ: أَنَا مَعَكَ مَا دُمْتَ حَيًّا , فَإِذَا مُتُّ فَلَسْتَ مِنِّي وَلَا أَنَا مِنْكَ , فَذَلِكَ مَالُهُ , وَقَالَ الْآخَرُ: أَنَا مَعَكَ , فَإِذَا بَلَغْتَ إِلَى قَبْرِكَ فَلَسْتَ مِنِّي وَلَسْتُ لَكَ , فَذَلِكَ وَلَدُهُ وَقَالَ الْآخَرُ: أَنَا مَعَكَ حَيًّا وَمَيِّتًا فَذَلِكَ عَمَلُهُ "

 

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perumpamaan anak Adam dengan harta dan amalnya adalah seperti seseorang yang mempunyai saudara, salah seorang berkatanya: “Aku bersama selama kamu hidup, jika kamu mat maka kamu bukan dariku dan aku bukan darimu, maka itulah hartanya, sedangkan yang lain berkata: “Aku bersamamu, jika kamu sampai ke kuburanmu, maka kamu bukan dariku dan aku bukan darimu, maka itulah anaknya, dan yang lain (yang ketiga) berkata: “Aku bersamamu baik engkau dalam keadaan hidup atau mati, maka itulah amalnya.” HR. Al Baihaqi Syu’abul Iman. 13/85.

 

Kajian Streaming

Langganan Artikel

Masukan Alamat Email Anda:

Delivered by FeedBurner

 

Video Terbaru

Pengunjung